LPPM UNISSULA GELAR BIMTEK PERCEPATAN KENAIKAN JAFA DOSEN KE LEKTOR KEPALA DAN GURU BESAR

Salah satu kata kunci peningkatan kualitas akademik sumber daya insani (SDI) di sebuah universitas adalah seberapa besar sebuah perguruan tinggi memiliki pakar, ahli, atau yang biasa disebut profesor. Semakin banyak jumlah profesor, maka semakin bergengsilah sebuah perguruan tinggi. Hal ini tidak lain profesor merupakan ahli yang memiliki tingkat kepakaran bidang ilmu tertentu.
Guru Besar atau profesor adalah jabatan fungsional tertinggi bagi dosen yang masih mengajar di lingkungan satuan pendidikan tinggi (UU Guru dan Dosen Nomor 14 Tahun 2005). Guru besar pemikir bangsa, guru besar pemikir negar.! Begitulah semangat luar biasa dari fungsi seorang guru besar. Kontribusi guru besar sangatlah penting bagi institusi maupun negara. Untuk itu, setiap universitas di Indonesia ini dipacu untuk terus mendukung penambahan jumlah guru besar dalam setiap tahap dan proses, tak terkecuali di Universitas Islam Sultan Agung.
Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA) Semarang, melalui embanan Rektor UNISSULA tahun 2022 – 2027 dalam upaya peningkatan mutu penyelenggaraan pendidikan tinggi diantaranya program peningkatan jumlah Guru Besar (Profesor) sebanyak 100 Guru Besar. Sekait dengan hal tersebut, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNISSULA mempunyai tugas melaksanakan embanan Rektor UNISSULA. Sebagai bentuk tugas LPPM dalam mendukung embanan Rektor UNISSULA tersebut, pada hari Rabu 27 September 2023 LPPM UNISSULA mengelar Bimbingan Teknis Program Percepatan Jabatan Fungsional Akademik Dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar Periode II Tahun 2023 di ruang Seminar Program Doktor Teknik Sipil, Fakultas Teknik UNISSULA.
Pada kegiatan tersebut, Kepala LPPM UNISSULA Ibu Dr. Henny Pratiwi Adi, ST., MT. melaporkan bahwa pada Bimtek Percepatan JaFA Dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar Periode II Tahun 2023 ini diikuti oleh 35 peserta (dosen) dari 10 Fakultas di UNISSULA. Tujuan Bimtek antara lain: (a) Meningkatkan jumlah publikasi dosen UNSSULA pada Jurnal Internasional Bereputasi (Scopus); (b) Meningkatkan jumlah dan kualitas Jabatan Fungsional Akademik dosen UNSSULA dari Lektor ke Lektor Kepala; dan (c) Meningkatkan jumlah dan kualitas Jabatan Fungsional Akademik dosen UNSSULA dari Lektor Kepala ke Guru Besar (Profesor). Kepala LPPM UNISSULA juga melaporkan progres program percepatan JaFA dosen LK-GB periode I tahun 2022 yaitu sebanyak 2 peserta (dosen) dapat meraih gelar Guru Besar (Profesor), 1 peserta naik ke JaFA Lektor Kepala dan 5 peserta proses ke Lektor Kepala dan 3 peserta proses ke Guru Besar.
Kegiatan Bimtek dibuka oleh Wakil Rektor I UNISSULA bapak Andre Sugiyono, ST., MM., Ph.D. Beliau menyatakan bahwa menjadi guru besar tidak semudah membalik telapak tangan. Namun demikian, menjadi guru besar bukan hal mustahil bagi siapa saja yang ingin mendapatkan jabatan akademik tertinggi ini. Salah satu syarat yang harus dipenuhi yakni memiliki publikasi jurnal internasional bereputasi. Publikasi di jurnal internasional sangat penting untuk karir peneliti dan dosen di perguruan tinggi. Karya ilmiah dalam bentuk artikel yang diterbitkan di jurnal internasional bereputasi Scopus tentunya akan menambah nilai dalam pemeringkatan perguruan tinggi baik yang dilakukan Kemendikbudristek-dikti maupun lembaga pemeringkatan dunia.
Pada kegiatan Bimtek yang diisi oleh Sektretaris LPPM UNISSULA bpak Dr. Imam Kusmaryono, M.Pd., dan Kabid Publikasi LPPM UNISSULA Prof. Dr. Mutamimah, SE., MSi., para peserta mendapat ilmu kiat-kiat meraih JaFA Guru Besar (Profesor) dan bagaimana strategi mencapai Guru Besar. Di akhir Bimtek disampaikan akan ada program pendampingan penyusunan artikel internasional bereputasi guna mengawal pencapaian target Lektoir Kepala dan Guru Besar.

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *