Pengabdian masyarakat sebagai salah satu komponen Tri Dharma Perguruan Tinggi yang harus dilakukan oleh setiap dosen. Oleh karena itu, pada hari Minggu, 16 Oktober 2022 LPPM Unissula menfasilitasi dosen-dosen di lingkungan Unissula untuk melakukan pengabdian masyarakat Unissula dengan berbagai kegiatan yang bertempat di di Balai Desa Randusanga Wetan, antara lain: (1) Penyuluhan Kesehatan bagi Warga Desa Randusanga Wetan, Brebes. (2) Pemeriksaan dan pengobatan gratis bagi Warga Desa Randusanga Wetan, Brebes dan (3) Penyerahan Plat apung dan jembatan apung sebagai rintisan Pasar Apung Desa Randusanga Wetan, Brebes.

Dalam kegiatan pengabdian masyarakat bidang kesehatan, Tim LPPM UNISSULA menggerakkan dan menfasilitasi para dosen Fakultas Kedokteran dan Fakultas Ilmu Keperawatan UNISSULA untuk memberikan a). Penyuluhan kesehatan yang dikoordinir oleh Ibu Dr. Erna Melastuti dan tim. b). Pemeriksaan dan Pengobatan gratis bagi para warga di Desa Randusanga Wetan, Brebes yang dikoordinir oleh ibu Dr. Suparmi dan tim.
Nampak bahwa hari minggu, 16 Oktober 2022 sejak jam 07.00 pagi warga Desa Randusanga Wetan berbodong-bondong mendatangi dan antri di balai Desa Randusanga Wetan untuk mendapatkan pemeriksaan dan pengobatan gratis. Artinya bahwa masyarakat Randusanga Wetan sangat peduli akan kesehatan mereka, demi mengoptimalkan kehidupan yang lebih sehat dan sejahtera. Sedangkan penyerahan Plat apung dan jembatan apung sebagai rintisan Pasar Apung Desa Randusanga Wetan, Brebes dilakukan oleh Prof. Dr. Ir. Slamet Imam Wahyudi, DEA sebagai ketua Pengabdian Masyarakat, dengan anggota tim Dr. Henny Pratiwi Adi, ST,MT dan Dr. Mutamimah, SE,MSi, Kegiatan pengabdian masyarakat tersebut mendapat pendanaan dari Kemdikbud Ristek tahun 2022.
Rintisan pasar apung ini diharapkan akan berkembang dan dapat menjadi tempat strategis untuk membangkitkan aktivitas perekonomian masyarakat yang selama ini transaksi jual beli (terutama rumput laut, udang poname dan kepiting) dilakukan dari rumah ke rumah dengan cara tengkulak mengambil produk ke rumah-rumah penduduk. Selain itu, pasar apung menjadi salah satu daya tarik wisatawan religi yang berkunjung ke makam syeh Junaidi yang lokasinya berdekatan dengan pasar apung tersebut. Bahkan pasar apung tersebut dapat dikembangkan juga dengan membangun restoran dengan makanan khas laut seperti udang poname dan kepiting khas Brebes serta membuka spot foto bagi wisatawan tersebut. Pihak Desa sangat mendukung dengan keberadaan pasar apung dan akan dikelola oleh BUMDES Desa Randusanga. Dalam jangka panjang diharapkan keberadaan pasar apung dapat membuka peluang kerja serta meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa Randusanga Wetan khususnya dan Kab. Brebes pada umumnya.
Pada kesempatan itu hadir Kepala LPPM UNISSULA Dr. Henny Pratiwi Adi, ST., MT didampingi Kabid Pengabdian Masyarakat, Dr. Erna Melastuti., S. Kep., Ns., M. Kes.
