Peran penting Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dalam menentukan peningkatan kualitas Perguruan Tinggi serta menentukan keberhasilan akreditasi perguruan tinggi senantiasa mendorong LPPM UNISSULA untuk siap dengan kinerja yang efektif.
Sabtu, 3 September 2022 Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) UNISSULA mengelar Rapat Kerja Tahunan, bertempat di kantor baru LPPM, gedung Ibnu Sina Lt. 2 kampus UNISSULA jalan Kaligawe KM. 4 Semarang. Rapat Kerja diikuti oleh seluruh jajaran pengelola yaitu Ketua, Sekretaris, Kepala Bidang, Koordinator Bidang beserta seluruh Staf LPPM UNISSULA. Agenda utama Rapat Kerja adalah evaluasi kinerja LPPM tahun 2022 dan Rencana Kerja LPPM tahun 2023.
Acara Rapat Kerja dibuka oleh Wakil Rektor I (H. Andre Sugiyono, ST., MT., Ph.D) yang dalam sambutannya menyampaikan pesan dari Rektor UNISSULA (Prof. Dr. H. Gunarto, SH., M.Hum) tentang pentingnya menterjemahkan visi misi UNISSULA dan melaksanakan embanan Rektor UNISSULA 2022-2027. Harapannya hasil-hasil penelitian dan pengabdian masyarakat para dosen dapat meningkat dan mendongkrak pemeringkatan Klasterisasi Perguruan Tinggi (UNISSULA) sebagai univeristas unggul di Jawa Tengah dan Nasional.
Pada kesempatan itu pula Kepala LPPM UNISSULA (Dr. Henny Pratiwi Adi, ST., MT.) melaporkan bahwa banyak program-program LPPM yang perlu disuport pendanaannya oleh Universitas atau Yayasan badan Wakaf Sultan Agung, diantaranya Program Percepatan kenaikan Jabatan Fungsional Dosen ke Lektor Kepala dan Guru Besar (Profesor) yang menjadi embanan Rektor UNISSULA dengan target pencapaian 100 Guru Besar (Profesor) sampai tahun 20227. Kepala LPPM menambahkan bahwa pada tahun 2022 terdapat sebanyak 317 usulan proposal penelitian dan 224 proposal pengabdian masyarakat untuk pendanaan internal. Pemeringkatan Klasterisari PT data yang dinilai adalah 3 tahun terakhir yaotu 2019, 2020, dan 2022, dimana data hanya dapat disinkronisasi jika dosen memiliki NIDN dan akun SINTA. Menghadapi tantangan global saat ini dimana dibutuhkan kecepatan informasi dan updating data maka diperlukan sumber daya (staf) LPPM dengan kerja tim yang solid dan focus dalam pekerjaan.
Dalam sesi evaluasi program tahun 2022 dan rencana program kerja tahun 2023 para Kepala Bidang (Kabid) menyampaikan presentasi (paparan)nya sesuai bidang kerja yang menjadi tanggung jawaabnya secara rinci dan jelas. Kabid Hak Kekayaan Intelektual (HKI) dan Inovasi (Bagus Satrio Waluyo. P., S.Kom., M.Cs.) menyampaikan pentingnya pendampingan kepada dosen dalam penyusunan draf Paten terutama dari hasil-hasil penelitian dan pengabdian dosen UNISSULA yang berpotensi memiliki luaran ke arah HKI.
Kabid Pengabdian Masyarakat (Dr. Erna Melastuti, S.Kep., M.Kep.) menekankan pada perluasan kerjasama dengan desa mitra di wilayah Jawa Tengah dan perlu menggiatkan kembali program pengabdian masyarakat internasional. Sedangkan Koordinator KKN (Abdurrohim, S.Psi., M.Si.) menyampaikan untuk KKN ke-XV akan dilaksanakan secara offline dimana mahasiswa dan dosen dapat berinteraksi langsung kepada masyarakat dan dapat melaksanakan program pengabdian masyarakat secara tepat dan efektif. Kabid Publikasi dan Penerbitan (Dr. Mutamimah, SE., M.Si.) menyiapkan program pendampingan (klinik) penulisan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi dalam rangka mendukung para kandidat Guru Besar dalam publikasi ilmiah. Koord. Bidang Publikasi dan penerbitan (Chairil Anwar, S.Pd., M.Pd.) menambahkan perlunya pendampingan bagi dosen dalam meng-update data di SINTA termasuk menelusuran ID-SINTA, ID-Garuda.
Kabid. Penelitian (Dr. Siti Thomas Zulaikha, SKM., M.Kes.) menekankan bahwa Jumlah perolehan penelitian Hibah Kemenristekkdikti perlu ditingkatkan baik dari segi jumlah usulan maupun nominal perolehan dana., untuk itu perlu adanya pendampingan penulisan proposal hibah penelitian.
Resume hasil Rapat kerja yang disampaikan oleh Sekretaris LPPM UNISSULA (Dr. imam Kusmaryono, M.Pd.) menekankan pada beberapa kebijakan yang berhubungan dengan Penelitian (Hibah – Internal), Pengabdian Masyarakat (Hibah – Internal), HKI, dan Publikasi serta implemmentasi kegiatan yang bersifat rutin maupun kegiatan insidentil bersifat inovatif, serta tata kelola keuangan yang disiplin sesuai mata anggaran pada tahun berjalan. Oleh karena itu perlu adanya persiapan yang harus dirancang secara matang dalam menyambut kegiatan-kegiatan yang akan datang.
