Kabupaten Brebes, secara geografis terletak di utara dan paling barat provinsi Jawa Tengah. Di bagian utara sendiri berbatasan langsung dengan perairan laut Jawa. Dimana adanya perbatasan laut tersebut membuat kabupaten Brebes memiliki garis pantai yang panjang salah satunya di desa Randusanga Wetan, kecamatan Limbangan. Namun sayangnya daerah tersebut terancam abrasi dan seringnya air rob memasuki wilayah desa sehingga menyulitkan warga untuk beraktivitas menjalankan roda ekonomi. Padahal desa Randusanga Wetan memiliki banyak potensi yang dapat dikembangkan dan dipasarkan ke luar daerah kabupaten Brebes.
Sekait dengan permasalahan tersebut, pada hari Kamis tanggal 4 Agustus 2022 LPPM UNISSULA melakukan identifikas identifikasi wilayah untuk perencanaan program pembuatan pasar apung tahun 2022 di desa Randusanga Wetan, kecamatan Limbangan, kabupaten Brebes. Pada kesemptan itu hadir Kepala LPPM UNISSULA Dr. Henny Pratiwi Adi, ST., MT didampingi Kabid Pengabdian Masyarakat, Dr. Erna Melastuti., S. Kep., Ns., M. Kep, dan perwakilan dosen Prof. Dr. Imam Slamet Wahyudi, DEA. Tim LPPM UNISSULA diterima oleh kepala desa Randusanga Wetan, H. Swi Agung K. Dalam kegiatan tersebut hadir pula, sekretaris daerah kabupaten Brebes, kepala desa dan perangkat desa Randusanga Wetan, kepala BPD, ketua karang taruna dan perwakilan masyarakat.
Dalam diskusi kepala desa Randusanga Wetan menyampaikan bahwa banyak sekali potensi laut beserta produk-produknya dan potensi ekonomi serta potensi melalui pemberdayaan masyarakat. Potensi yang bisa dikembangkan diantaranya adalah rumput laut, produk bandeng lumpur, produk bandeng presto, dan udang parami, tempat ziarah wali dan potensi wilayah laut yang bisa dikembangkan menjadi potensi wisata. Gayung bersambut, Tim LPPM UNISSULA menyampaikan hasil identifikasi bahwa wilayah desa Randusanga Wetan memiliki potensial untuk dikembangkan menjadi kawasan pariwisata melalui pendirian pasar apung.
Beragam keunikan di pasar Apung akan mampu menarik wisatawan dari dalam dan luar wilayah Brebes. Sesuai namanya, pasar ini tidak berada di darat, melainkan terapung di sungai. Para penjual dan pembeli melakukan aktivitas ekonomi di atas perahu kayu. Karena itulah pasar apung didirikan untuk memudahkan pedagang untuk menjual barang dagangan yang hasil laut. selain untuk pedagang, tentunya ini juga memudahkan masyarakat sekitar untuk mendapatkan bahan pangan yang dibutuhkan sehari-hari. Harapan yang ingin diwujudkan oleh kepala desa Randusangga Wetan bersama Tim LPPM UNISSULA adalah menjadikan desa Randusanga Wetan sebagai tujuan wisata kuliner melalui keberadaan pasar apung dan dapat memasarkan berbagai macam produk unggulan dari desa Randusanga Wetan.
