LPPM UNISSULA HADIRKAN DIREKTUR DRTPM KEMENDIKBUDRISTEK DALAM SOSIALISASI HIBAH PENELITIAN DAN PENGABDIAN MASYARAKAT TAHUN 2024

Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat merupakan program hibah rutin setiap tahun dari Kemdikbud Ristek Dikti yang selalu dinantikan para dosen di seluruh Indonesia. Namun, tidak semua proposal usulan yang diajukan dosen disetujui karena program ini bersifat kompetitif.

Dalam rangka  meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terkait prosedur pengajuan proposal hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat serta peningkatan jumlah pendanaan proposal hibah, Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Islam Sultan Agung  (UNISSULA) Semarang menggelar acara sosialisasi hibah  penelitian dan pengabdian kepada masyarakat tahun 2024. Kegiatan pada hari Selasa, 6 Februari 2024, bertempat di ruang seminar lantai 2 Fakultas Teknik UNISSULA.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor I UNISSULA (Andre Sugiyono, S.T., M.M., Ph.D.) yang mewakili Rektor UNISSULA dimana beliau menyampaikan pesan dari Rektor UNISSULA, bahwa setiap dosen wajib melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat setiap tahunnya  sebagai bagian pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dan untuk meningkatkan mutu pendidikan yang berkualitas di  perguruan tinggi. Oleh karena itu para dosen senantiasa diharapkan dapat meningkatkan kualitas penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sehingga perolehan dana hibah Kemendikbudristek di tahun 2024 juga meningkat dari tahun sebelumnya.

Dalam laporannya Kepala LPPM UNISSULA (Dr. Henny Pratiwi Adi, ST., MT.) menyampaikan bahwa LPPM merupakan kepanjangan tangan dari perguruan tinggi yang memegang dua dari tiga aspek Trdidharma Perguruan Tinggi. Oleh karena itu LPPM senantiasa mendorong, mengawal, dan mendampingi para dosen dalam melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terkait pengajuan proposal hibah eksternal dari Kemendikbudristek maupun pendanaan dari internat perguruan tinggi. Upaya-upaya dari LPPM ini dengan harapan di tahun 2024 dapat memperoleh jumlah pendanaan hibah yang semakin meningkat dan UNISSULA dapat masuk dalam klasterisasi mandiri dalam pemeringkatan perguruan tinggi.

Sebagai nara sumber utama acara sosialisasi ini LPPM UNISSULA menghadirkan langsung Direktur Riset Teknologi dan Pengabdian Masyarakat (DRTPM) Kemendikbudristek (Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr.).  Acara dipandu oleh moderator yaitu Kabid Publikasi LPPM UNISSULA (Prof. Dr. Mutamimah, SE., M.Si.). Mengawali paparannya, beliau (Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr.) menyampaikan bahwa program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat memberikan bantuan pendanaan kepada perguruan tinggi dalam mengembangkan riset dan inovasinya demi meningkatkan daya saing bangsa.

Direktur Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat Ditjen Diktiristek, Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr., mengungkapkan pelaksanaan program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di tahun 2024 dilakukan melalui platform BIMA. Proses bisnis pelaksanaan kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat mulai dari proses pengumuman, pengusulan proposal, penyeleksian, penetapan, pelaksanaan, pemantauan, pelaporan, hingga penilaian luaran dilaksanakan melalui BIMA. “Semua proses tersebut akan terkoneksi dengan SINTA yang merupakan aplikasi untuk mengukur kinerja riset, teknologi, dan pengabdian kepada masyarakat pada perguruan tinggi,”  Sejumlah dosen seringkali mengalami kendala saat menyusun proposal, seperti pemilihan skema, penulisan isi hingga penentuan Tingkat Kesiapterapan Teknologi (TKT) pada penelitian mereka.

Sebagai kabar baik  yang beliau  sampaikan adalah pada tahun 2024 ini akan ada tambahan skema penelitian baru dan adanya peningkatan pendanaan riset sebesar 30% dari tahun 2023.  Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr. pada salah satu paparan presentasinya yaitu Tansformasi Proses Bisnis dan Tata kelola Program, serta Rencana Kerja DRTPM dimana perguruan tinggi didorong untuk menghasilkan penelitian yang berkualitas tinggi dan relevan  yang berdampak pada masyarakat.

Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr. berharap melalui program-program kegiatan riset yang didanai oleh kementerian ini tidak hanya dipergunakan untuk menghasilkan reputasi perguruan tinggi atau peneliti secara individual saja, tapi juga  menjadi sarana kolaborasi dalam penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya di perguruan tinggi sehingga dapat memberi manfaat dan mendorong peningkatan akses pembangunan pendidikan, ekonomi, dan kesejahteraan masyarakat.

Di sela paparannya, Direktur DRTPM (Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr.) juga mengumumkan klasterisasi perguruan tinggi penyelenggara pendidikan akademik tahun 2023. Klasterisasi ini didasarkan pada hasil olahan data kinerja perguruan tinggi berbasis SINTA dalam periode tahun 2019 hingga 2021 dan peringkat akreditasi perguruan tinggi. Data kinerja yang diperhitungkan merupakan data yang telah diverifikasi dan divalidasi oleh verifikator Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) perguruan tinggi. Adapun data kinerja tersebut meliputi penulis (author), afiliasi (affiliation), jurnal (journal), penelitian (research), pengabdian kepada masyarakat (community service), kekayaan intelektual (intellectual property rights), dan buku (book).

Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr. menjelaskan klasterisasi ini bukanlah pemeringkatan, namun merupakan pengelompokkan perguruan tinggi sesuai dengan kualifikasi kinerja perguruan tinggi sebagai dasar penyusunan peta jalan riset dan rencana strategis, serta sebagai landasan penentuan kewenangan pengelolaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di perguruan tinggi.

Klasterisasi perguruan tinggi sebagai metode dalam mengidentifikasi, mengukur kinerja, dan mengelompokkan perguruan tinggi diharapkan dapat mengakselerasi kinerja perguruan tinggi melalui skema-skema kolaborasi yang menyinergikan potensi-potensi perguruan tinggi.   “Selamat kepada seluruh perguruan tinggi atas hasil capaian penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Semoga pelaksanaan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat ke depannya lebih baik dan semakin meningkatkan kinerja seluruh perguruan tinggi,” pungkas Prof. Dr. Faiz Syuaib, M.Agr.

Acara yang berlangsung  sangat interaktif ini dihadiri lebih dari seratus peserta, antara lain  Wakil Rektor I UNISSULA (Andre Sugiyono, S.T., M.M., Ph.D.); Wakil Rektor III UNISSULA (H. Muhammad Qomaruddin, S.T., M.Sc., Ph.D.); para Dekan dan dosen  perwakilan program studi di lingkungan UNISSULA. Di akhir acara para peserta berfoto bersama dengan panitian LPPM UNISSULA dan nara sumber. [IK2024]

Posted in Berita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *